Merangkai Kisah Bersamamu
Kadang kita ga pernah tahu pada siapa hati kita akan memilih untuk berlabuh. Tapi, apa salah jika aku memilih kamu yang aku jadikan tujuan berlabuh?
Apa selama
ini Tuhan, benar -benar tak mengizin kan aku untuk merasakan semua hal yang
orang -orang juga rasakan?
Ah, entahlah
sepertinya lelah benar -benar menjadi tuan dalam urusan hati. Menjelma menjadi
kecemasan yang sebenarnya bukan hal yang serius untuk di pikirkan.
Tapi ia nyaman
dan seolah- olah memberontak dalam pikiran. Saling beradu argument, yang
sebenarnya masing – masing tak tau apa yang sedang diperdebatkan.
Seharusnya
jika memang tak ingin menetap jangan mengetuk pintunya. Mengapa harus datang
jika hanya untuk meneduh.
Aku bukan
tempat persingahan, aku hanya sesosok wanita yang mudah rapuh, jangan kau
tambah lagi lukanya. Sejauh ini ia sedang berusaha bertahan dengan sendirinya.
Berdiri bukan perkara yang mudah untuk nya, ia hanya berusaha baik – baik saja, ditengah ombak yang bergemuruh tiada akhir.
Maka jika
kamu memutuskan untuk datang, menetaplah, jangan pergi . Dan duduklah disini
bersama ku..
Maka akan ku
ceritakan perihal kisah yang tiada endingnya, baik buruknya aku… semua akan ku
ceritakan padamu. Dan aku mau.. pada saat itu.., kamu mau menerima aku dengan
segala lika- liku kisahnya.
Mari Bersama
– sama melengkapi kisah yang rumpang, ukir kisahnya sebaik mungkin.
Komentar
Posting Komentar